DME, apa itu DME? DME atau Dimethyl Ether merupakan senyawa ater yang paling sederhana, yang memiliki formula kimia CH3OCH3.DME memiliki sifat fisik yang serupa dengan Liquified Petroleum Gas ( LPG ) sehingga selain dapat langsung digunakan sebagai sumber energi peralatan rumah tangga, pengemasan dan pendistribusiannya mudah. Karakter pembakarannya sama dengan gas alam. DME dibuat dari derivatif gas alam,metana (CH4), yaitu metanol dapat juga dibuat dari derivative batu bara atau biomasa. DME merupakan senyawa yang tidak beracun, sehingga saat ini digunakan sebagai aerosol propellant oleh industri kosmetik dan kesehatan,sebagai pengganti CFC propellant. Kegunaan lainnya adalah sebagai tenaga pembangkit untuk gas turbin, keperluan rumah tangga ( memasak, menghangatkan ), bahan bakar mesin diesel dan bahkan sebagai sumber hydrogen untuk bahan bakar kendaraan. Bila digunakan sebagai bahan bakar transportasi, DME menyebabkan emisi karbon monoksida (CO) 50% lebih rendah dari pada minyak diesel / solar sehingga dapat dikatakan ozone friendly, demikian juga dengan emisi nitrogen oksida yang 90% lebih rendah. Dimethyl Ether (DME) merupakan salah satu bahan dasar dan bahan intermediate dalam industri kimia. Di Indonesia DME digunakan sebagai aerosol propellant yang tidak berbahaya pada inhaler dan peralatan kosmetik, air refresher, penyemprot cat lukis, penyemprot insektisida dan sebagai bahan baku pembuatan dimetil sulfat berkemurnian tinggi. Dalam rangka menghadapi era globalisasi dan persaingan yang ketat dalam bidang industri, Indonesia dituntut untuk dapat memenui kebutuhan bahan kimia dalam maupun luar negeri. Maka dari itu produk yang dihasilkan dari pabrik dimetil eter yang dirancang ini diorientasikan bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri saja tetapi juga untuk ekspor ke luar negeri khususnya Cina, India, Jepang, Amerika dan Eropa. Dengan orientasi ke pasar ekspor ini diharapkan bahwa hasil penjualan yang diperoleh dapat menambah devisa bagi negara.
DME dikatan ramah lingkungan karena bahan dasar DME adalah bahan dasar
alami. Bisa dari sampah
organik, bahan atau produk pertania. Selain itu juga dapat terurai di atmosfir kurang dari 10
jam, dan menghasilkan Carbon Dioksida lebih rendah daripada bahan bakar yang lain. DME lebih
ramah lingkungan dari pada LPG, sehingga saat ini direkomendasikan untuk perusahaan dengan ISO
9001 dan 14001 atau untuk perusahan aerosol yang ingin mengembangkan pasarnya ke Eropa atau
negara dengan empat musim, atau negara yang menerapkan standar lingkungan yang tinggi.
Berat jenis LPG lebih ringan dibandingkan air. Sehingga apabila terjadi kebakaran pemadaman menggunakan air susah. Sedangkan DME berat jenisnya sebanding dengan air, sehingga jika terjadi kebakaran DME mudah dipadamkan dengan air.
DME dapat digunakan 100% dalam suhu ruangan panas maupun dingin. Berbeda dengan LPG yang mana apabila berada pada suhu ruangan rendah dapat mengendap jadi tidak bisa bekerja secara maksimal. Berbeda dengan LPG, dalam volume 50% tekanan keluar gas menjadi menurun. Itu sangat nampak pada cat semprot aerosol atau aerosol lainnya yang menggunakan LPG sebagai pendorong.
Di negara Jepang, Taiwan, Cina dan negara dengan 4 musim, sebagian besar Aerosolnya sudah menggunakan DME. Karena dengan menggunakan DME mereka dianggap sebagai pengguna yang cerdas dan mengerti fungsi serta dampak yang ada atas penggunaan gas.
Dapat digunakan sebagai pelarut/pelarut pembantu untuk ekstraksi pada industri flavor, fragrance dan farmasi. DME dapat melarutkan senyawa polar-nonpolar serta tidak reaktif dan tidak meninggalkan residu pada produk.